Hapus memory negatif
pikiran Kristus mengenai orang berdosa tidak seperti pikiran orang kebanyakan, karena kebanyakan orang hanya menilai seseorang dari sisi yang lain yang sebenarnya pikiran itu tidak patut dimiliki umat ALLAH Kristus mengajarkan kita Untuk koreksi diri sebelum menegur orang
*Matius 7:4-5 (TB) “Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”*
Melihat kesalahan orang lain “menghakimi” adalah sesuatu yang dilarang Kristus, “melihat kesalahan orang”(menghakimi) sama dengan “mencari cari kesalahan orang” “dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi kamu akan dihakimi” “ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan di ukurkan kepadamu” menghakimi hanyalah akan membawa kita dalam penghakiman ALLAH ayat 2 tidak hanya itu orang yang suka menghakimi orang lain tidak akan mampu melakukan apapun dalam pekerjaan ALLAH, Dr. Wayne Dyer mengatakan, _”When you change the way you look at things, the things you look at change._ – Ketika Anda mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka apa yang Anda lihat akan berubah.” Inilah beberapa hal pokok untuk menghancurkan persepsi negatif dan menciptakan kehidupan yang seharusnya Anda miliki.
“Hai orang munafik” kata Yesus sebuah kalimat yang keras tapi disampaikan dengan cara yang tepat dan mendidik, Yesus tidak berbelit belit dalam metode mengajar dan menegur, setiap teguran langsung disampaikan dengan penuh perhatian dan nasihat, tidak disertai dengan tindakan yang menyakitkan, Lanjut kata Yesus “keluarkanlah dahulu balok dimatamu, maka engkau akan melihat dengan jelas selumbar di mata saudaramu”
Bagaimanapun menghakimi orang adalah suatu pelanggaran etik, dimana manusia telah mengambil apa yang tidak seharusnya menjadi haknya.
Apakah yang Kristus ajarkan mengenai sudut pandang kita atau cara pandang kita terhadap orang lain??
“Pelajaran kekal yang Yesus rindu untuk ajarkan kepada murid muridnya dan kita masing masing hanyalah ini : “mereka yang memiliki Roh Kristus akan melihat semua orang melalui mata belas kasihan ilahi.” – (𝘌𝘭𝘭𝘦𝘯. 𝘎. 𝘞𝘩𝘪𝘵𝘦. 𝘚𝘪𝘨𝘯𝘴 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘵𝘪𝘮𝘦𝘴 20 𝘑𝘶𝘯𝘪 1892.)
Kacamata Surga adalah suatu Kacamata, yang tidak melihat suatu sisi yang buruk, melainkan akan menyingkirkan segala prasangka yang ada dalam pikiran dan memikirkan hal hal yang akan membangun serta memberikan teladan dalam hal baik, kacamata surga adalah suatu kacamata yang hanya melihat dari sisi positif.
Onesimus yang merupakan, hamba kafir filemon yang melakukan kesalahan terhadap tuannya, dipandang oleh Paulus sebagai seorang yang masih memiliki potensi yang kuat untuk pekerjaan ALLAH alhasil sang Rasul pun berhasil mengubahnya menjadi pribadi yang dapat digunakan dalam penginjilan.
Perubahan hati seseorang bukan datang dari usaha manusia, melainkan dari kuasa ilahi yang bekerja didalam dia, manusia tidak patut memandang seorang berdosa sebagai seorang yang tidak memiliki pengharapan lagi, ataupun menghina dia sebagai orang durjana yang sudah tidak layak untuk melakukan pekerjaan Kudus yang dipercayakan ALLAH bagi murid muridnya, apalagi mengatakan bahwa ia tidak layak untuk kerajaan surga,
Apakah yang Kristus ajarkan mengenai kematiannya dan bagaimana kita harus melihat orang berdosa??
*_2 Korintus 5:15 (TB) “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”_*
Kematian Kristus tidak hanya untuk satu orang saja, atau hanya untuk satu bangsa atau satu organisasi, tapi untuk semua orang dan tidak ada satu orang tertentu yang tidak memiliki hak untuk bagian itu, karena semua orang memiliki pengharapan untuk kerajaan kekal yang ALLAH sediakan.
“Perbuatan- perbuatan manusia yang tidak senonoh di dalam melanggar hukum Allah, dibentangkan di hadapannya, dan jiwanya dilukai serta disusahkan di bawah pengaruh Roh Allah yang tajam.” – (E.G.W, KS 23.4)
Kita tidak dapat mengubah prinsip dan hati seseorang yang tinggal diam dalam kegelapan jika kita hanya menggunakan kekuatan kita dan persepsi kita mengenai orang itu, mintalah kuasa ilahi untuk dapat menguasai pikiran kita dan supaya ia menuntun orang tersebut dalam kebenaran, karena hanya kuasa Kristus yang dapat bekerja dalam hati orang berdosa.
Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Orang yang memiliki kuasa roh Kristus didalam hatinya tidak akan memandang orang berdosa sebagai musuh kebenaran melainkan sebagai sahabat yang sama sama memiliki pengharapan dalam kasih dan kehidupan kekal.
_Inilah suatu prinsip yang harus dilakukan oleh Umat TUHAN di akhir zaman.Pikiran Kristus mengenai orang berdosa tidak seperti pikiran orang kebanyakan, karena kebanyakan orang hanya menilai seseorang dari sisi yang lain yang sebenarnya pikiran itu tidak patut dimiliki umat ALLAH Kristus mengajarkan kita Untuk koreksi diri sebelum menegur orang
*Matius 7:4-5 (TB) “Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.”*
Melihat kesalahan orang lain “menghakimi” adalah sesuatu yang dilarang Kristus, “melihat kesalahan orang”(menghakimi) sama dengan “mencari cari kesalahan orang” “dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi kamu akan dihakimi” “ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan di ukurkan kepadamu” menghakimi hanyalah akan membawa kita dalam penghakiman ALLAH ayat 2 tidak hanya itu orang yang suka menghakimi orang lain tidak akan mampu melakukan apapun dalam pekerjaan ALLAH, Dr. Wayne Dyer mengatakan, _”When you change the way you look at things, the things you look at change._ – Ketika Anda mengubah cara pandang terhadap sesuatu, maka apa yang Anda lihat akan berubah.” Inilah beberapa hal pokok untuk menghancurkan persepsi negatif dan menciptakan kehidupan yang seharusnya Anda miliki.
“Hai orang munafik” kata Yesus sebuah kalimat yang keras tapi disampaikan dengan cara yang tepat dan mendidik, Yesus tidak berbelit belit dalam metode mengajar dan menegur, setiap teguran langsung disampaikan dengan penuh perhatian dan nasihat, tidak disertai dengan tindakan yang menyakitkan, Lanjut kata Yesus “keluarkanlah dahulu balok dimatamu, maka engkau akan melihat dengan jelas selumbar di mata saudaramu”
Bagaimanapun menghakimi orang adalah suatu pelanggaran etik, dimana manusia telah mengambil apa yang tidak seharusnya menjadi haknya.
Apakah yang Kristus ajarkan mengenai sudut pandang kita atau cara pandang kita terhadap orang lain??
“Pelajaran kekal yang Yesus rindu untuk ajarkan kepada murid muridnya dan kita masing masing hanyalah ini : “mereka yang memiliki Roh Kristus akan melihat semua orang melalui mata belas kasihan ilahi.” – (𝘌𝘭𝘭𝘦𝘯. 𝘎. 𝘞𝘩𝘪𝘵𝘦. 𝘚𝘪𝘨𝘯𝘴 𝘰𝘧 𝘵𝘩𝘦 𝘵𝘪𝘮𝘦𝘴 20 𝘑𝘶𝘯𝘪 1892.)
Kacamata Surga adalah suatu Kacamata, yang tidak melihat suatu sisi yang buruk, melainkan akan menyingkirkan segala prasangka yang ada dalam pikiran dan memikirkan hal hal yang akan membangun serta memberikan teladan dalam hal baik, kacamata surga adalah suatu kacamata yang hanya melihat dari sisi positif.
Onesimus yang merupakan, hamba kafir filemon yang melakukan kesalahan terhadap tuannya, dipandang oleh Paulus sebagai seorang yang masih memiliki potensi yang kuat untuk pekerjaan ALLAH alhasil sang Rasul pun berhasil mengubahnya menjadi pribadi yang dapat digunakan dalam penginjilan.
Perubahan hati seseorang bukan datang dari usaha manusia, melainkan dari kuasa ilahi yang bekerja didalam dia, manusia tidak patut memandang seorang berdosa sebagai seorang yang tidak memiliki pengharapan lagi, ataupun menghina dia sebagai orang durjana yang sudah tidak layak untuk melakukan pekerjaan Kudus yang dipercayakan ALLAH bagi murid muridnya, apalagi mengatakan bahwa ia tidak layak untuk kerajaan surga,
Apakah yang Kristus ajarkan mengenai kematiannya dan bagaimana kita harus melihat orang berdosa??
*_2 Korintus 5:15 (TB) “Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.”_*
Kematian Kristus tidak hanya untuk satu orang saja, atau hanya untuk satu bangsa atau satu organisasi, tapi untuk semua orang dan tidak ada satu orang tertentu yang tidak memiliki hak untuk bagian itu, karena semua orang memiliki pengharapan untuk kerajaan kekal yang ALLAH sediakan.
“Perbuatan- perbuatan manusia yang tidak senonoh di dalam melanggar hukum Allah, dibentangkan di hadapannya, dan jiwanya dilukai serta disusahkan di bawah pengaruh Roh Allah yang tajam.” – (E.G.W, KS 23.4)
Kita tidak dapat mengubah prinsip dan hati seseorang yang tinggal diam dalam kegelapan jika kita hanya menggunakan kekuatan kita dan persepsi kita mengenai orang itu, mintalah kuasa ilahi untuk dapat menguasai pikiran kita dan supaya ia menuntun orang tersebut dalam kebenaran, karena hanya kuasa Kristus yang dapat bekerja dalam hati orang berdosa.
Kisah Para Rasul 1:8 (TB) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”
Orang yang memiliki kuasa roh Kristus didalam hatinya tidak akan memandang orang berdosa sebagai musuh kebenaran melainkan sebagai sahabat yang sama sama memiliki pengharapan dalam kasih dan kehidupan kekal.
Inilah suatu prinsip yang harus dilakukan oleh Umat TUHAN di akhir zaman.
